Rafiq Usulkan Kantor Dewan Jadi Rumah Sakit Darurat

oleh -18 Dilihat

Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq

 

Beritasumbawa.com (17/7/2021)

SUMBAWA- Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq merespon adanya peningkatan kasus covid-19 di Kabupaten Sumbawa. Pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk mempersiapkan jika terjadi hal-hal terburuk, seperti menyiapkan rumah sakit darurat. Bahkan Rafiq juga sedang mengusulkan gedung DPRD Sumbawa menjadi alternatif.

“Jadi kita harus siap untuk situasi yang terburuk. Hal ini ditandai dengan pemasangan tenda-tenda darurat yang saya nilai beberapa rumah sakit sudah mulai overload atau melebihi kapasitas. Gedung lainnya yang dapat digunakan bisa dipersiapkan,” ujar Rafiq.

Dalam hal ini, pihaknya siap menjadikan gedung DPRD Sumbawa ini menjadi rumah sakit darurat. Tentunya dilakukan pengecekan dan pengkajian terlebih dahulu. Untuk mengetahui apakah ruangan-ruangan tersebut layak untuk dijadikan sebuah rumah sakit darurat.

Rafiq menjelaskan bahwa dirinya telah bertemu dengan beberapa pimpinan DPRD Sumbawa dan membicarakan tentang langkah-langkah strategis. Agar DPRD Sumbawa juga ikut berperan aktif dalam hal menyiapkan segala sesuatu ketika semuanya menjadi darurat.

kehilangan

Secara umum tugas dan fungsi DPRD adalah melakukan pengawasan melekat kewenangan. Untuk mengontrol pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) serta segala sesuatu kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Dengan kata lain, DPRD mempunyai kewajiban untuk melayani masyarakat dengan sebaik mungkin.

Menurut Rafiq, DPRD Sumbawa telah memperlihatkan kepedulian terhadap masyarakat. Terlebih masyarakat yang kurang mampu. Seperti halnya mengenai kesehatan, yang selama pandemi ini dinilai sangat memprihatinkan. Bahkan sebelum resmi menjabat sebagai Ketua DPRD Sumbawa pada 2007 hingga 2009, pihaknya sering berinteraksi dengan tenaga kesehatan dan dokter di rumah sakit serta seluruh puskesmas.

Rafiq juga tidak segan mengadvokasi atau melakukan pendampingan penuh. Apalagi jika berbicara tentang kesehatan warga atau masyarakat, khusunya di Sumbawa.

Dia sering mengeluarkan dana pribadi jika terdapat warga yang kesulitan dalam hal administrasi. Mulai dari tingkat puskesmas bahkan sampai dirujuk kerumah sakit. Tidak hanya itu mengingat beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang sangat signifikan, hingga rumah sakit yang berada di Sumbawa mengalami overload atau kelebihan kapasitas ruangan khusus Covid-19.

Rafiq turut memaparkan dalam situasi seperti ini, semua elemen memiliki peranan penting. Mulai dari pemerintah tingkat desa yang seharusnya melakukan sosialisasi akan kesadaran masyarakat tentang prokes pencegahan Covid-19. Sedangkan peran puskesmas adalah mendeteksi sejak dini baik itu gejala atau tidak.

“Seharusnya dengan memiliki alat dan keahlian yang dimiliki pihak puskesmas, diharapkan minimal para tenaga kesehatan tidak mudah terpapar virus tersebut. Kita proteksi atau perkuat hulu dulu, baru hilir,” tandasnya yang juga ketua ikatan keluarga Lombok Sumbawa ( IKLS) ini.

Jika mulai dari tingkat yang paling rentan sudah terproteksi, seperti dari segi perawatan, karantina serta alat apa yang dibutuhkan oleh pihak tenaga medis dalam penanganan pasien Covid-19 tersebut. Atau memerlukan tenda-tenda darurat, DPRD siap memberikan kontribusi. Selama ini DPRD juga telah mengapresiasi tentang sikap dan imbauan mulai dari kapolres, dandim, kajari dan tentunya kepada Bupati Sumbawa yang tidak henti-hentinya mengimbau warga masyarakat agar tetap mematuhi prokes Covid-19.

“Tapi pertanyaannya kita evaluasi sampai sejauh mana imbauan-imbauan itu ditindaklanjuti oleh masyarakat. Apakah hanya sebatas surat imbauan yang tidak dilaksanakan atau dipatuhi oleh masyarakat. “Saya berharap kepada seluruh warga masyarakat Sumbawa taat dan patuh akan imbauan. Baik itu berupa aturan maupun edukasi hendaknya taat dan patuh,” pungkasnya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.