Asparnas Bedah Spot Wisata Potensial bareng Iisbud dan Unsa

oleh -25 Dilihat

Beritasumbawa.com (17/7/2021)

SUMBAWA- Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Kabupaten Sumbawa, melakukan pertemuan dengan perwakilan Institut Ilmu Seni dan Budaya Samawa Rea (Iisbud Sarea) dan Universitas Samawa (Unsa), Jumat (16/7) malam. Hal ini dilakukan guna membedah spot wisata potensial di Kabupaten Sumbawa.

Dalam pertemuan itu, hadir Rektor Iisbud Sarea, Dr. Ahmad Yamin, SH., MH dan Dekan Fakultas Hukum Unsa, Dr. Lahmuddin Zuhri, SH., MH. Pertemuan ini dalam l rangka diskusi lanjutan membedah potensi wisata dan membangun koneksi desa wisata di Kabupaten Sumbawa.

Dalam pertemuan itu, Rektor Iisbud Sarea, Dr. Ahmad Yamin, SH., MH, mengatakan, sebelum ini pihaknya telah bersilaturahim dengan ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq. Dalam pertemuan itu pihaknya menyampaikan pemikiran dalam memajukan pariwisata di Kabupaten Sumbawa.

Diungkapkan, saat ini ada 40 desa Wisata yang di-SK-kan Bupati Sumbawa. Demikian pula pemprov telah mengeluarkan 99 desa wisata di NTB. Lima diantaranya ada di Kabupaten Sumbawa. Pemerintah pusat juga sedang trennya mengembangkan wisata dengan pendekatan desa wisata.

“Bagi kita, Asosiasi Pariwisata Nasional Sumbawa dapat fokus menggarap desa wisata yang potensial untuk dikembangkan. Ambil saja lima desa wisata sebagai langkah awal. Supaya lebih cepat actionnya,” ujar Young, akrabnya disapa.

Pihaknya juga telah bersilaturahim dengan sejumlah kepala desa. Sebagian mengakui keberadaan distinasi wisata yang ada di desanya. Sebagian ada yang pasif. Salah satu contoh destinasi yang bisa dijadikan sentral adalah bendungan. Kemudian bisa disinkronkan dengan desa sekitarnya. Sesuai dengan potensi yang ada di desa tersebut.

kehilangan

Dalam hal ini, bisa dikoordinasikan dengan desa yang dekat dengan kampus. Demikian pula dengan desa yang dekat dengan destinasi sentral. Mahasiswa dan pemda juga bisa diajak untuk mulak bergerak, memanfaatkan destinasi wisata. Untuk kemudian dikelola dengan tersistimatis.

Mengapa harus desa wisata? Karena program pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, justeru programnya adalah bagaimana membangun desa wisata. Pemerintah pusat, pemprov, pemkab serta asosiasi dapat berkolaborasi. Asparnas Sumbawa mengkoneksikan program lokal dengan program kementerian. Sehingga memudahkan kita untuk menjalankan program-program pariwisata.

Terkait hal ini, Sekretaris Asparnas Kabupaten Sumbawa, Nasruddin mengatakan, usulan tersebut akan ditindak lanjuti. Rencananya, Minggu (18/7), Asparnas akan turun lapangan untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut.

Sementara itu, Ketua Asparnas Kabupaten Sumbawa, Muhammad Taufik mengatakan, sebagai langkah awal, pihaknya akan memetakan dan fokus pada destinasi Bendungan Batu Bulan. Sensasi destinasi wisata air tawar ini diharapkan mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. “Demikian pula keberadaan desa yang ada disekitarnya seperti Desa Pelita, Desa Maman, Desa Batu Bulan, Desa Leseng, Desa Pernek dan Desa Mokong. Bisa juga desa di selatannya,” imbuh Muhammad Taufik.

Menurutnya, apa yang ada di desa tersebut akan diinventarisir. Pihaknya akan melakukan apa yang bisa dilakukan dalam pemetaan destinasi wisata. Dengan jaringan yang dimiliki Asparnas, pihaknya akan melakukan terobosan dan kolaborasi.

Pengurus DPM Fakultas Hukum Unsa, Tamri Ardila mengatakan, sebagai salah satu pemenang Program Holistik Pengembangan dan pemberdayaan desa ( PHP2D) sebagai salah satu dari program unggulan nasional Dirjen pendidikan tinggi dalam Melakukan pemberdayaan desa di Kabupaten Sumbawa.

Tamri merespon positif program Asparnas di Kabupaten Sumbawa. Keberadaan asosiasi ini diharapkan dapat memberikan perubahan. Salah satu yang telah dikembangkan adalah mengembangkan sebuah potensi wisata jenis ekowisata di Gili Sejangan, Dusun Labu Terata, Desa Labuhan Kuris Kecamatan Lape.

Kebetulan wisata tersebut baru-baru ini dikembangkan. Sebelumnya, destinasi ini belum disentuh secara serius oleh pemerintah daerah. Melalui program ecowisata Gili Sejangan ini, pihaknya menambah dan memperbarui spot fhoto. Sehingga daya tarik wisatawan bisa bertambah. “Apalagi ada kuliner khas Bugis yg disiapkan sebagai oleh-oleh wisatawan atau pengunjung. Inilah yang sedang kita kembangkan. Keberadaan Asparnas bagi kami akan memberikan nilai tambah bagi objek wisata di Sumbawa,” tutup Tamri. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.