Johan Desak Pemerintah Intervensi Harga Gabah

oleh -33 Dilihat

Johan Rosihan (kiri) saat berkunjung ke salah satu gudang gabah

 

 

Beritasumbawa.com (13/7/2021)

JAKARTA- Belakangan ini, harga gabah di tingkat penggilingan dan petani anjlok. Bahkan pada Bulan April 2021 lalu, harga gabah mencapai titik terendah dalam lima tahun terakhir.

Terkait hal ini, salah seorang anggota DPR RI dari Dapil NTB 1, Johan Rosihan mengatakan, diperlukan intervensi kebijakan pemerintah. Terlebih saat pandemi ini untuk membangun rakyat terutama petani agar pasokan melimpah di tengah panen raya. Dengan demikian, harga gabah tetap menguntungkan petani dan stabilitas harga gabah bisa terjamin.

Mengingat saat ini terjadi surplus yang besar. Karena sejumlah sentra produksi telah memasuki masa panen. “Kenyataannya harga gabah kering panen (GKP) masih tertahan di bawah harga pembelian pemerintah,” ujarnya.

kehilangan

Politisi PKS ini mengungkapkan bahwa perbandingan rata-rata harga gabah pada Juni 2021 dengan tahun sebelumnya pada Juni 2020 lalu menunjukkan kurva penurunan. Di tingkat petani untuk kualitas gabah kering panen (GKP) turun sebesar 3,7 persen. Untuk gabah kering giling (GKG) mengalami turun drastis sebesar 15,08 persen. Demikian juga dengan gabah luar kualitas mengalami penurunan sebesar 5,3 persen.

Pria kelahiran Kecamatan Empang, Sumbawa ini mendorong pemerintah memperbaiki paket kebijakan harga dasar gabah/beras pembelian pemerintah. Sebagai suatu kebijakan strategis pada masa pandemi untuk menstabilkan harga gabah di setiap wilayah. Karena realita di lapangan selalu ditemukan bahwa harga gabah di tingkat petani maupun di penggilingan selalu lebih rendah dari harga pembelian pemerintah. “Insiden anjloknya harga gabah selalu terjadi pada saat musim panen, yang hal ini berakibat merugikan petani pada masa pandemi ini,” tegas Johan.

Johan mengatakan, pemerintah harus segera melakukan intervensi kebijakan. Tentunya melalui kajian yang mendalam untuk membela kepentingan petani agar tidak dirugikan. Pada umumnya petani menjual gabah dalam bentuk gabah kering panen (GKP) dan jarang dalam bentuk GKG maupun beras. “Maka seharusnya konstruksi kebijakan pembelian pemerintah diprioritaskan untuk pembelian GKP (gabah kering panen) sebagai instrument penyangga harga gabah petani agar harganya selalu stabil,” ucap Johan.

Wakil rakyat dari Pulau Sumbawa ini juga meminta pemerintah agar konsisten melarang impor beras tatkala produksi domestik meningkat tajam. Sikap tegas pelarangan impor beras dapat meningkatkan harga gabah petani agar tidak terjadi disparitas harga yang tajam. ”Saya melihat akar penyebab dari anjloknya harga gabah petani adalah karena tarif impor beras yang terlalu rendah. Sehingga ketika ada rencana impor dari pemerintah maka akan langsung mempengaruhi anjloknya harga gabah petani,” papar Johan.

Johan berpandangan, saat ini diperlukan kebijakan pemerintah untuk membuka pasar beras domestik. Sehingga harga beras yang saat ini cukup tinggi di pasar dunia dapat ditransmisikan. Agar harga gabah petani dapat mengalami peningkatan.

Selain itu pemerintah harus mewajibkan Bulog bahwa beras yang disalurkan dalam program Bansos pada masa pandemi ini haruslah beras dari pengadaan dalam negeri. Beras yang berasal dari hasil operasi pembelian gabah petani secara signifikan. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.