Menata Pariwisata di tengah Pandemi

oleh -34 Dilihat

Oleh : Abdul Ma’ruf Rahmat, SP,

 

Pariwisata adalah sektor riil yang menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Karena di dalamnya menghimpun berbagai sektor usaha kerakyatan sebagai pundi-pundi pendapatan daerah atau penghasilan masyarakat.

Sumbawa dengan berbagai potensi alam dan budayanya telah memiliki beberapa destinasi wisata yang patut untuk dikembangkan menjadi destinasi andalan kabupaten Sumbawa.

Sebut saja destinasi wisata Pulau Moyo dengan segala keindahan alamnya baik pesisir pantai yang alami, keindahan bawah laut (Karang eksotik), taman buru, Air Terjun Mata Jitu yang juga sering disebut queen waterfall, Pantai Tanjung Pasir Pulau Moyo yang elok, maupun keanekaragaman hayati lainnya yang menjadi daya tarik wisatawan.

Demikian pula keindahan alam lain seperti: Air Terjun Ai Beling, Air Terjun Agal, Ai Panas Maronge, Taman Wisata Alam Semongkat, Wisata Puncak Dingin Baturotok dan Desa Tepal, Pantai Hawai, Pantai Gelora, Pantai Jempol, Pantai Ai Loang, Pantai Labu Pade,Gili Bola/Pulau Bedil, Gili Dangar Ode, Gili Dua, Gili Ngali, Keberadaan Hiu Paus di Teluk Saleh, Kawasan Tanjung Menangis, Pantai Tanjung Pengamas, Pantai Goa, Pantai Ai Lemak, Pantai Sili dan Pantai Maci, Pantai Jemplung, Liang Bukal yang Misterius, Jembatan Samota Yang Ikonik, Pulau Bungin Sebagai Pulau Terpadat di Dunia, Gua Liang Petang, Iar Terjun Tiu Sagemong Dan Tiu Sabangka, Wisata Bagang Labu Jambu.

Demikian pula wisata budayanya seperti Istana Dalam Loka, Istana Bala Kuning, Situs Ai Renung, Barapan Kebo, Pacua Kuda (main jaran), Pesta Pasaji Ponan, perosesi Maulid nabi Komplek Masjid Agung Nurul Huda ,biso Tian pade, Sakeco, bakelung dan lain-lain.

kehilangan

Itulah beberapa objek wisata yang sebagian memiliki pengelola dan sebagian besar belum memiliki pengelola sehingga disarankan kepada anda yang ingin berkunjung untuk membawa sarana maupun perlengkapan pribadi.

Bagi kami keberadaan objek wisata tersebut adalah anugerah yang harus disyukuri dengan cara mengelolanya sehingga menjadi berkah bagi masyarakat di kabupaten Sumbawa.

Kabar baiknya baru-baru ini pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat telah memperkuat branding pariwisata di NTB baik yang ada di pulau Sumbawa maupun yang ada di pulau Lombok dengan nama ‘’Lombok-Sumbawa Infinite Experiences’’. Re-branding pariwisata ini merupakan terobosan dari Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB sebagai upaya meningkatkan promosi destinasi wisata yang ada di NTB.

Mewakili Gubernur NTB, H Zukieflimansyah, Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, HL Gita Ariadi saat pencanangan branding wisata itu berharap dengan adanya terobosan-terobosan baru yang dilakukan oleh BPPD NTB, baik melalui karya foto dan video terbaik sebagai media promosi visual dan digital yang sangat ampuh untuk meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung kembali ke Lombok-Sumbawa.

‘’Tentu dengan kegiatan ini diharapkan promosi pariwisata akan semakin luas. Sehingga akan semakin banyak orang yang berkunjung ke NTB,’’ harap Sekda NTB, HL Gita Ariadi usai meresmikan brand baru pariwisata NTB ‘’Lombok-Sumbawa Infinite Experiences’’, di Hotel Jayakarta Senggigi, Lombok Barat (Lobar), pada Jumat malam (9/7).

Ketua BPPD Promosi NTB, Ari Garmono mengatakan, sebagai salah satu tugas pokok BPPD NTB adalah meningkatkan kegiatan promosi pariwisata Lombok-Sumbawa, sehingga brand baru ini dirasa perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan citra (image) pariwisata NTB ke depannya. ‘’Brand baru ini kami menyatukan dua destinasi (Lombok-Sumbawa) merupakan upaya untuk meningkatkan citra tidak hanya pariwisata Lombok, tapi juga pariwisata Sumbawa sebagai salah satu tujuan roadmap promosi BPPD NTB periode 2021-2024,’’ katanya.

Ari Garmono menjelaskan, upaya re-branding ini telah dilakukan kajian oleh BPPD NTB secara teoritis dan konsultasi kepada tim ahli, baik di dalam dan luar negeri serta stakeholders pariwisata termasuk Dinas Pariwisata NTB. Kajian brand ini dilihat dari keunggulan/value propositions pariwisata NTB serta keunikan baik dari segi alam, budaya dan masyarakatnya. Brand Infinite Experiences Lombok-Sumbawa memiliki keunggulan yang secara alam, budaya dan buatan yang tidak terbatas serta dapat bersaing tidak hanya ditingkat nasional bahkan di level internasional.

Demikian pula asosiasi yang baru dikukuhkan di kabupaten Sumbawa yaitu asosiasi pariwisata nasional (Asparnas) DPC Sumbawa pada tanggal 26 Februari 2021 lalu dilantik memiliki komitmen yang tinggi untuk memajukan pariwisata di kabupaten Sumbawa.

Kami temui di kediamannya, Sabtu malam (10/7),  Muhammad Taufik selaku ketua Asparnas Sumbawa menginginkan seluruh asosiasi pariwisata agar bergairah membangkitkan kembali pariwisata meskipun di tengah pandemi. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah mempertemukan para pelaku wisata dengan para pemangku kebijakan di kabupaten Sumbawa dan provinsi Nusa tenggara barat yang digelar pada hari Senin 12 Juli 2021 di objek wisata amanwana Sumbawa Besar.

“Dari beberapa destinasi wisata yang kami kunjungi sangat besar potensinya untuk lebih dikembangkan sehingga memiliki nilai jual kepada para wisatawan domestik maupun luar negeri seperti Pulau Moyo dengan keberadaan Queen waterfallnya adalah magnet yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai potensi wisata andalan di kabupaten Sumbawa” ujarnya.

Apa saja permasalahan wisata kita, sehingga keberadaan destinasi belum maksimal untuk menjadi pengungkit perekonomian daerah?

inilah yang ingin kita bedah sehingga pemerintah daerah dapat memikirkan langkah-langkah tercepat yang paling mungkin untuk dilakukan dalam penataan destinasi wisata yang ada di Sumbawa”. Urai Taufik yang juga pengusaha alat berat ini.

Sekjen Asparnas Sumbawa, Nasrudin kepada kami menyampaikan bahwa upaya asparnas dalam membangkitkan pariwisata adalah lahir dari kegalauan dan diskusi kecil para pelaku wisata di kabupaten Sumbawa terlebih di masa pandemi ini kegiatan pariwisata hampir mati suri.

“Berhimpunnya para pelaku pariwisata di Asparnas baik dari pengusaha travel, asosiasi pengelola hotel pemilik hotel, pemilik Travel, sekolah pariwisata, akademisi dan pemerhati pariwisata lainnya berharap destinasi wisata yang ada di kabupaten Sumbawa dapat dikelola dengan baik,” ujarnya.

Demikian pula sarana prasarana penunjang menuju destinasi wisata tersebut dapat di perhatikan sehingga para pelancong maupun wisatawan dapat secara maksimal menikmati kunjungan di kabupaten Sumbawa. Sebut saja di pulau Moyo dengan keindahan alam saat ini untuk menuju objek wisata andalan masih menggunakan prasarana tradisional dan jalan yang belum begitu bagus untuk dilalui kendaraan, kami berharap ada upaya pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan masuk ke destinasi wisata tersebut karena bagaimanapun keberadaan hotel telah memberi kontribusi besar bagi daerah. oleh karena itu kompensasi kepada daerah sekitar agar dapat diberikan. Urai Nasaruddin.

“FGD yang akan digelar nanti merupakan langkah awal menuju rencana-rencana besar yang lebih serius bersama OPD terkait di dalam melakukan penataan dinasti wisata di kabupaten Sumbawa. Inilah bentuk sumbangsih kami kepada Daerah” pungkas Nas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.