Temui Ketua DPRD, Asparnas Bahas Strategi Pariwisata

oleh -17 Dilihat

Para pengurus Asparnas Kabupaten Sumbawa, saat berkoordinasi dengan Ketua DPRD Sumbawa. 

 

 

Beritasumbawa.com (7/7/2021)

SUMBAWA- Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Kabupaten Sumbawa, mendatangi Ketua DPRD Sumbawa, Rabu (7/7) siang. Kedatangan ini bertujuan, guna membahas strategi pengembangan pariwisata di tengah pandemi.

Para pengurus Asparnas Kabupaten Sumbawa yang hadir antara lain, Wakil Ketua, Arianto Syarif, Sekretaris, Nasrudin, bendahara, Wahiduddin, S.PdI, serta sejumlah pengurus lainnya. Para pengurus Asparnas ini ditemui langsung oleh Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq di ruang kerjanya. Kunjungan ke DPRD kabupaten Sumbawa dalam rangka ikut urun rembuk memikirkan bagaimana memajukan pariwisata di Kabupaten Sumbawa.

Dalam pertemuan, Wakil Ketua Asparnas Kabupaten Sumbawa, Arianto Syarif mengucapkan terimakasih kepada Ketua DPRD Sumbawa. Karena telah bersedia meluangkan waktu untuk bertemu para pengurus Asparnas Kabupaten Sumbawa. Kedatangan para pengurus Asparnas ini juga sekaligus mengundang Ketua DPRD Sumbawa, dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang akan dilaksanakan oleh Asparnas Kabupaten Sumbawa.

kehilangan

“Kehadiran kami di kantor DPRD sebagai tindak lanjut pembicaraan sebelumnya. Sekaligus mengundang Ketua DPRD Sumbawa sebagai pemateri dalam acara focus group discussion (FGD). Dengan tema pariwisata di tengah pandemi,” ujar Arianto.

Pihaknya berharap, FGD itu dapat menghasilkan sesuatu yang benar-benar bisa dilaksanakan. Dalam memajukan pariwisata di Kabupaten Sumbawa. “Lima distinasi pariwisata super prioritas yang dikembangkan pemerintah pusat, tapi Sumbawa belum ada. Kenapa kita dilompati diantara KEK Mandalika dan Labuhan Bajo?,” tutur Arianto.

Nantinya dalam FGD itu, akan dibedah persoalan pariwisata dan dicari solusinya. Sebab, harus diketahui apa yang bisa “dijual” dari pariwisata Sumbawa. Apakah destinasi pariwisatanya sudah siap atau tidak. Selain itu, persoalan yang dihadapi pelaku wisata dan sarana pendukungnya juga harus bisa diurai.

“Jadi kita inginkan output yang bisa diaplikasikan. Sehingga tidak hanya sekedar bicara,” harap Arianto.

Di samping ketua DPRD, pihaknya juga akan menghadirkan para pemangku kepentingan terkait. Pihaknya juga berharap, Gubernur NTB bisa hadir dalam kegiatan tersebut. Pelaksanaan kegiatan pun nanti tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sehingga hanya terbatas pada tokoh kunci yang akan meramu dan menjelaskan segala pemikirannya dibidang pariwisata.

Sekretaris Asparnas Kabupaten Sumbawa, Nasrudin menambahkan, kedepan direncanakan akan melakukan pembuatan buku yang berisi budaya-budaya dan tradisi maupun objek wisata yang ada di Kabupaten Sumbawa. Sehingga informasi pariwisata bisa terangkum di dalam buku tersebut. Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya akan menggali informasi fakta dan sejarahnya dari para sejarawan Sumbawa maupun pelaku pariwisata. Seperti Lembaga Adat Tana Samawa, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, komunitas pariwisata yang ada di Kabupaten Sumbawa maupun stakeholder lainnya.

“Untuk memperkaya muatan dan ketepatan isi buku tersebut kita juga akan melaksanakan event bedah buku sebelum naik cetak. Setelah dirasa cukup memadai, maka buku itu pun akan kami cetak. Kemudian diberikan kepada sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Sumbawa maupun perguruan tinggi. Sehingga kita memiliki pemahaman yang sama tentang pariwisata di Kabupaten Sumbawa. Untuk awal kita fokus kepada tradisi dan budaya, meskipun ada kuliner maupun wisata alam,” tutup Nasruddin.

Adanya ide ini diapresiasi oleh Abdul Rafiq. Pihaknya bersyukur atas inisiasi dan upaya yang dilakukan oleh Asparnas Sumbawa. Dalam upaya membangun sinergi dan arah dalam memajukan pariwisata di masa pandemi di Kabupaten Sumbawa. “Kita memiliki banyak potensi pariwisata. Seperti pesisir pantai, pegunungan, tradisi, adat dan budaya, serta air terjun. Uang jika dikelola dengan baik akan mampu menjadi pengungkit perekonomian masyarakat,” ungkap Rafiq yang juga Ketua Ikatan keluarga Lombok Sumbawa (IKLS) ini.

Menurutnya, ketika destinasi wisata dikembangkan, diharapkan masyarakat lokal jangan sampai menjadi penonton. Tapi juga perlu kesiapan dalam menyediakan SDM, produk kuliner dan aksesoris lokal. Serta pelaku pariwisata yang siap menerima para turis baik dari domestik maupun mancanegara.

Nantinya, lanjut Rafiq, dalam FGD itulah nanti pihaknya akan melihat dan mendengar suara dan peran masing-masing pihak.

“Kehadiran dinas terkait dan asosiasi sangat penting. Pemerintah daerah tentu memiliki informasi yang lebih banyak karena merekalah yang secara tekhnis dan fokus memikirkan strategi pengembangan pariwisata di daerah kita. Dinas Pariwisata dengan segala jajarannya tentu dengan pengelolaan aparatur yang tepat ahli di bidangnya akan dapat melahirkan perencanaan yang baik di dalam memajukan pariwisata. Kita akan dorong ini,” tutup Rafiq. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.