Warga Lunyuk Diteror Ancaman Penculikan

oleh -18 Dilihat

Nur Hasanah beserta suami dan anaknya saat melapor ke Polsek Lunyuk

Beritasumbawa.com (2/7/2021)
LUNYUK- Puluhan warga Kecamatan Lunyuk, mengaku mendapat ancaman teror belakangan ini. Ancaman itu dilayangkan pelaku melalui akun facebook kepada warga setempat. Akibatnya, warga Lunyuk menjadi resah.

Hasil penelusuran di lapangan diketahui, pelaku pengancaman menggunakan akun facebok dengan nama Siti Jima. Dimana penggunan akun itu mengancam akan menculik anak dari warga Lunyuk. Dimana Siti Jima menggunakan foto orang yang akan diancamnya sebagai foto profil akunnya. Melihat hal ini, si pemilik foto langsung merasa keberatan dan menghubungi Siti Jima via facebook.

Dalam hal ini, pemilik foto menanyakan alasan kenapa Siti Jima menggunakan fotonya. Dari percakapan itulah, Siti Jima mulai mengeluarkan kata kata kasar dan mengancam pemilik fhoto itu. Dimana Siti Jima mengancam akan menculik si pemilik foto dan anaknya.

Sejauh ini, diketahui sekitar 30 orang pemilik akun facebook akun yang sudah menerima chat ancaman itu. Semuanya rata-rata kaum ibu yang memiliki anak kecil dan pedagang online yang ada di Kecamatan Lunyuk. Akibatnya, warga Lunyuk resah dan takut melakukan aktivitas yang jauh dari rumah. Bahkan ada juga yang tidak berani membiarkan anaknya keluar rumah. Baik untuk bermain maupun sekolah.

Salah seorang warga Kecamatan Lunyuk, Nur Hasanah, mengaku sebagai korban pengancaman. Warga Dusun Bontang Timur, Desa Emang Lestari ini mengatakan, dia menerima pesan pribadi dari Siti Jima melalui akun facebook  pada Rabu (29/6) pagi lalu.

Berawal saat pemilik akun facebook Putri Bontong ini bertanya alasan menggunakan fotonya sebagai foto profil oleh akun Siti Jima. Setelah postingan itu banyak dikomentari, Siti Jima kemudian mengirimkan pesan pribadi kepada Nur Hasanah. Dimana Siti Jima mengancam akan menculik Nur Hasanah dan anaknya.

kehilangan

Adanya ancaman ini kemudian dibagikan oleh Nur Hasanah pada akun facebooknya. Dari situlah terungkap bahwa bukan dia saja yang mendapat ancaman. Ternyata banyak teman seprofesinya yang juga mendapat ancaman tersebut. “Ternyata hampir semua teman saya yang pedagang online diteror,” ujarnya.

Atas ancaman itu, lanjut Nur Hasanah, tentu saja dia merasa takut. Sebab, sebagai pedagang online, dia sering mengantarkan barang ke tempat yang jauhnya hingga puluhan kilometer. Apalagi jalan yang dilalui cukup sepi. Selain itu, dia juga sering mengantarkan barang pesanan pelanggannya hingga larut malam.

Akhirnya, Nur Hasanah memutuskan untuk melaporkan ancaman ini ke Polsek Lunyuk. Didampingi suami dan kedua anaknya, Nur Hasanah melayangkan pengaduan ke Polsek Lunyuk, Rabu (30/6) lalu. Setelah melayangkan pengaduan tersebut, Nur Hasanah mendapatkan apresiasi dan dukungan dari kaum ibu yang menjadi korban teror. Nur Hasanah beserta korban lainnya berharap pihak kepolisian bisa segera mengungkap pemilik akun itu.

Kapolsek Lunyuk, Iptu. Sugianto yang dikonfirmasi membenarkan adanya pengaduan Nur Hasanah. Sugianto mengatakan, atas pengaduan itu, pihaknya akan melakukan penyelidikan mengenai pemilik akun yang melakukan pengancaman tersebut. “Apabila kami mengalami kesulitan, maka kami akan meminta bantuan Satuan Reskrim Polres Sumbawa. Sebab, Satuan Reskrim memiliki fasilitas yang lengkap untuk melacak akun facebok dengan nama Siti Jima itu,” imbuhnya.

Atas kejadian ini, Sugianto mengimbau warga Kecamatan Lunyuk agar tetap tenang. Apabila warga memiliki informasi mengenai akun Siti Jima ini, diharapkan bisa langsung disampaikan kepada pihaknya. Dalam penanganan kasus ini, pihaknya juga akan tetap berkoordinasi dengan Satuan Reskrim Polres Sumbawa. Agar pemilik akun Siti Jima ini bisa terungkap. (bs/aj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.