Gara-gara Ini, Ibu Gugat Anak Kandung

oleh -33 Dilihat

Sidang kasus gugatan ibu terhadap anak kandung yang beragendakan pemeriksaan saksi dari pihak penggugat

Beritasumbawa.com (17/6/2021)
SUMBAWA- Seorang ibu, Hj. Mandiara terpaksa menggugat putra kandungnya, Darwansyah, ke Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa. Hal ini dilakukan, akibat ulah Darwansyah yang menguasai semua harta warisan keluarga mereka.

Kuasa hukum Hj. Mandiara, Sobarudin, SH mengungkapkan, gugatan ini dilayangkan, lantaran kliennya gerah atas ulah anak keduanya itu. Dipaparkan, awalnya, H. Abu Amin, menikah dengan Hj. Mandiara. Dari pernikahan itu, lahirlah tiga orang anak. Yakni Tuti Arianti, Darwansyah dan Indrawati.

Selain memiliki tiga orang anak, H. Abu Amin dan Hj. Mandiara juga memiliki harta bersama. Yakni sawah di kawasan Uma Mimi, seluas satu hektar. Sawah di kawasan Uma Gampang, seluas lebih dari satu hektar. Sawah di kawasan Uma Loka, dengan luas satu hektar. Kemudian sawah di kawasan Uma Kelanir, seluasĀ  58 are. Sawah di kawasan Uma Punti, seluas 77 are dan sawah di kawasan Uma Pangong seluas 50 are. Semuanya terletak di Desa Dalam, Kecamatan Alas.

Tidak hanya itu, keduanya juga memiliki kebun kelapa sekuas 50 are, di Desa Gontar, Kecamatan Alas Barat. Sawah dan kebun ber-SPPT atas nama Hj. Mandiara. “Juga ada rumah pekarangan bersertifikat atas nama Hj Mandiara, di Desa Gontar, dengan luas 473 meter persegi,” ujar Obe, akrabnya disapa.

Setelah H. Abu Amin meninggal, semua harta dikuasai oleh Darwansyah, anak kedua pasangan itu. Kemudian harta bersama itu dibagi wariskan secara kekeluargaan, sesuai kesepakatan kekeluargaan. Pembagian dilakukan di rumah Sekdes Gontar, 2011 lalu.

Dalam hal ini, Darwansyah mendapat jatah sawah di Uma Mimi, Uma Gempang, Uma Loka, Uma Pangong serta kebun kelapa. Sementara ibunya, H. Mandiara hanya mendapat jatah sekitar 20 are sawah di kawasan Uma Pangong. Adiknya yakni Indrawati, hanya mendapat jatah sawah seluas 58 are di Uma Kelanir dan rumah yang berada di Desa Gontar.

kehilangan

Sementara anak pertama Tuti Arianti, sebelum meninggal dunia, mendapat jatah sawah seluas 77 are di Uma Punti.

Meski harta ini sudah dibagi wariskan, lanjut Obe, namun Darwansyah tetap menguasai seluruh warisan itu. Lahan ituĀ  sudah digadaikan oleh Darmansyah. Bahkan Hj. Mandiara terusir dari rumahnya sendiri. Kemudian ikut tinggal bersama anaknya yang paling kecil.

“Harta warisan adiknya digadai oleh Darwansyah. Namun sudah ditebus oleh adik dan ibunya. Setelah ditebus, lahan itu digadaikan lagi oleh Darwansyah,” terangnya.

Karena sudah jenuh, akhirnya Hj. Mandiara dan Indrawati meminta baik-baik jatah warisan mereka kepada Darwansyah. Namun, hal itu tidak digubris. Mediasi sudah dilakukan melalui desa, namun tidak dihiraukan oleh Darwansyah. Hal ini juga sudah dilaporkan ke polisi. Lagi-lagi, tidak diindahkan oleh Darwansyah. Akhirnya, Hj. Mandiara selaku penggugat satu beserta Indrawati selaku penggugat dua, resmi menggugat Darwansyah ke pengadilan negeri Sumbawa.

Sidang kasus ini, sudah mulai dilaksanakan. Dalam persidangan yang dilaksanakan di PN Sumbawa, Kamis (17/6), sudah memasuki agenda pemeriksaan saksi. Dari pantauan di lapangan, sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Ricky Zulkarnaen, SH ini, menghadirkan dua orang saksi dari pihak penggugat. Namun, sidang tersebut tidak dihadiri oleh Darwansyah selaku tergugat. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.