Kartu Tani Belum Dirasakan Manfaatnya

oleh -32 Dilihat

Ketua Kelompok Tani Ingin Maju, Desa Perung Kecamatan Lunyuk, I Wayan Suwita

Beritasumbawa.com (17/6/2021)
LUNYUK- Para petani di Kecamatan Lunyuk, telah diakomodir dalam program Kartu Tani. Namun, hingga kini, program tersebut belum dirasakan manfaatnya. Sebab, sejak dibagikan ke petani, hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya.

Ketua Kelompok Tani Ingin Maju, Desa Perung Kecamatan Lunyuk, I Wayan Suwita mengatakan, petani mengeluhkan keterlambatan ini. Dikatakan, kartu tani ini dibagikan sejak Desember lalu. Namun hingga saat ini belum bisa dimanfaatkan oleh petani.

Sebelumnya dengan adanya kartu tani ini petani berharap bisa membantu menjawab persoalan dan mengurangi permasalahan bagi para petani di Kecamatan Lunyuk. Seperti persoalan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Dimana salah satu hajat program kartu tani ini adalah untuk mempermudah para petani memperoleh pupuk di masing-masing pengecer resmi. Adanya kartu tani ini juga bertujuan untuk mengurangi pengalihan atau penyelewengan pupuk bersubsidi. Dari petani yang berhak atau terdaftar dalam E-RDKK kepada petani yang tidak berhak. Serta mengurangi penjualan pupuk bersubsidi ini secara ilegal.

Namun apa yang menjadi harapan para petani sesuai dengan fungsi dan tujuan program kartu tani tersebut hingga saat ini belum terealisasi. Sehingga para petani pun belum merasakan manfaat dari salah satu program pemerintah tersebut.

Suwita mengaku kecewa terkait keterlambatan ini. “Hingga saat ini pemerintah belum bisa memberikan solusi yang kongkrit tentang permasalahan kami sebagai petani, dalam memperoleh pupuk,” ungkapnya.

Dia berharap pemerintah segera memfungsikan kartu tersebut. Agar petani bisa merasakan manfaatnya dan bisa mengurangi kesulitan yang dihadapi di lapangan.

kehilangan

Karena sepengetahuan pihaknya, dalam  sosialisasi oleh Dinas Pertanian, kartu tani ini akan bisa memberikan sedikit kemudahan bagi petani. Untuk memperoleh kebutuhan pokok dalam bercocok tanam, yaitu pupuk bersubsidi.

Jika program ini berjalan, maka akan bisa memberikan kami solusi atas persoalan yang dihadapi petani. “Jangan kami hanya dijanjikan saja. Namun tidak terlaksana seperti yang pemerintah programkan dan seperti apa yang kami harapkan,” ujar Suwita.

Koordinator PPL Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Lunyuk, Hasri, S.P

Sementara itu, Koordinator PPL Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Lunyuk, Hasri, S.P membenarkan hal tersebut. Hasri mengatakan, memang kartu tani sampai saat ini belum dapat digunakan. “Padahal sebelumnya saat kami bagikan sekaligus kami sosialisasikan, bahwa kartu tani tersebut akan segera kita fungsikan. Itu pun sesuai intruksi dari atasan kami,” lebih Hasri.

Dia memaparkan, persoalan disektor pertanian Kecamatan Lunyuk ini adalah  sulitnya pemerataan pembagian pupuk bersubsidi ke petani. Persoalan ini sudah terjadi sejak lama hingga sekarang.

Adanya program kartu tani ini akan memberikan kemudahan untuk mendapatkan hak petani. Karena jika kartu tani tersebut difungsikan, maka pembagian pupuk ini akan tepat sasaran. Sebab, dalam sistem ini akan diketahui petani yang sudah mendapatkan jatah pupuk atau belum. Bahkan jumlah yang didapatkan oleh petani juga bisa diketahui. Karena petani yang tidak membawa kartu tani, tidak bisa menebus pupuknya dari pengecer yang ada di setiap kecamatan.

Sejauh ini, dia mengaku tidak tahu dimana letak persoalan tidak meratanya distribusi pupuk petani. Karena jika pupuk tiba di Lunyuk, pihaknya tetap meminta data penerima, sesuai dengan yang terdaftar dalam E-RDKK. Dimana pihaknya hanya berwenang untuk melakukan pengawasan hingga ketahap itu saja. Sebab, jika jumlah penerima pupuk sudah sesuai dengan data yang tertera, maka dianggap tidak terjadi persoalan.

Hasri berharap, pihak berwenang bisa segera memfungsikan kartu tani ini. Sehingga penyaluran pupuk bisa tepat sasaran. Meski di Kecamatan Lunyuk sendiri baru sekitar 50 persen dari jumlah petani yang terdaftar dalam E-RDKK. Atau sekitar 2.970 kartu yang sudah dibagikan kepada petani. Sementara sisanya masih belum diterima.

Hasri mengaku, belakangan ini banyak petani yang datang dan menanyakan kapan difungsikannya kartu tani. Pihaknya belum bisa memberikan jawaban kepada para petani. Karena, pihaknya selalu perwakilan Dinas Pertanian sendiri, belum tahu kapan kartu tersebut akan difungsikan.

Hasri mengungkapkan, jumlah kuota pupuk yang sudah didistribusikan bagi petani sejak Januari hingga Mei, yakni 1.731 ton untuk pupuk jenis urea. Untuk pupuk jenis NPK sebanyak 344 ton. Sementara pupuk jenis ZA sebanyak 298 ton. Selanjutnya pendistrinbusian tahap kedua akan dilaksanakan mulai  Juni hingga Desember nnanti (bs/aj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.