Gugus Tugas Kecamatan “Curhat” ke Pansus

oleh -31 Dilihat

Hearing antara Pansus Covid-19 DPRD Sumbawa dengan tim gugus tugas kecamatan di ruanh sidang Kantor DPRD Sumbawa

 

 

Beritasumbawa.com

SUMBAWA- Tim gugus tugas dari sejumlah kecamatan, menghadiri undangan Pansus Covid-19 DPRD Sumbawa, Senin (7/6) pagi. Dalam pertemuan tersebut para tim gugus tugas ini, menceritakan sejumlah persoalan yang dialami oleh tim di lapangan.

Dari pantauan di lapangan, pertemuan itu dipimpin oleh Ketua Pansus, Syamsul Fikri. Didampingi Wakil Ketua Pansus, Nanang Nasiruddin. Pertemuan ini dihadiri oleh tim gugus tugas di sembilan kecamatan, plus dua desa. Dalam pertemuan, masing-masing tim mengutarakan apa persoalan yang dialami di lapangan. Baik itu terkait penanganan pasien di lapangan, koordinasi, hingga persoalan anggaran.

Antara lain seperti yang diutarakan oleh Camat Utan, Nawawi. Menurutnya, tidak jelas siapa yang menentukan seseorang itu positif covid atau tidak. Hal ini dialami pribadi olehnya. Saat anaknya mengalami kecelakaan tunggal dan harus dirujuk ke Mataram. Namun, anaknya harus menunggu selama lima hari setelah diswab, barulah bisa dirujuk ke Mataram. Namun, karena lamanya hasil tes keluar, anaknya meninggal dunia tanpa sempat dirujuk ke Mataram.

kehilangan

Selain itu, Kepala Puskesmas Alas, Bayu Atika Dewi memaparkan, tidak ada pemberitahuan dan petunjuk penggunaan dana covid bagi puskesmas dari kabupaten. Terutama terkait dana insentif bagi tenaga kesehatan. Dimana para tenaga medis mendapatkan dana insentif untuk penanganan pasien covid. Dana tersebut dikirimkan langsung ke rekening masing-masing.

Awalnya, petugas kesehatan tidak mengetahui perihal dana itu. Dana itu kemudian dibagikan bukan hanya bagi tenaga kesehatan. Dana itu juga dibagikan kepada pegawai, petugas kebersihan dan security di puskesmas setempat. Meski tidak secara tertulis, namun petugas kesehatan di Puskesmas Alas sudah menyepakati hal itu.

Namun, pihaknya sempat diciduk oleh aparat kepolisian terkait dana insentif itu. Mengingat, tidak ada petunjuk yang jelas terkait penggunaannya. Meski demikian, persoalan ini sudah selesai di Inspektorat.

Selain itu, tidak ada pelatihan bagi petugas covid di kecamatan. Contohnya saat ada warga yang meninggal karena covid. Namun pihak puskesmas tidak bisa memakamkannya. Akibatnya, warga mengancam akan membakar puskesmas.

Karena itu, pihaknya meminta perlindungan dari DPRD Sumbawa, jika terjadi hal-hal seperti itu di lapangan.

Hal senada juga disampaikan, Kepala Puskesmas Labangka, Rusdi Syarif. Dia mengaku bahwa pihaknya tidak menerima anggaran lain, selain insentif petugas kesehatan, untuk penanganan covid. Sementara dana operasional lainnya tidak diterima selama 2020.

Sementara tahun ini, pihaknya bekerja bersifat sukarela. Karena hingga saat ini puskesmas banyak berutang kepada staf dan pegawai. Sebab, untuk operasional penanganan covid, terpaksa menggunakan dana pribadi pegawai dan staff. Terutama dalam program vaksinasi.

Ditemui seusai pertemuan, Ketua Pansus Covid-19 DPRD Sumbawa, Syamsul Fikri mengatakan, pansus telah mengundang tim gugus tugas di kecamatan. Terdiri dari camat dan kepala puskesmas. Dimana pihaknya mendengar apa yang menjadi keluhan. “Banyak keluhan. Ada juga pernyataan dari beberapa kecamatan. Terutama terkait kurangnya koordinasi. Antara gugus tugas kabupaten dengan kecamatan,” ujar Fikri.

Dikatakan, juga terjadi persoalan dalam proses pemakaman warga yang diklaim sebagai pasien covid. Dimana terjadi kurangnya koordinasi antara rumah sakit dengan gugus tugas yang ada di kecamatan. “Masih banyak hal lain, termasuk persoalan anggaran,” beber politisi Demokrat ini.

Sehingga, pihaknya masih menghimpun data, menyimak dan menganalisa. Kemudian akan dipadukan dengan semua hal yang ada.

Setelah ini, lanjut Fikri, pihaknya masih menunggu kesepakatan dari anggota pansus. Terkait pihak mana yang akan diundang untuk melakukan hearing dengan pansus. Apakah nanti pihak Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, atau BPBD. “Sebab, kami masih akan bekerja selama tiga bulan lebih,” pungkasnya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.