DPD PAN Klaim Kantor Aset Partai, M. Jabir: Alas Hak Otentik Hanya Sertifikat

oleh -83 Dilihat

Ketua DPD PAN Kabupaten Sumbawa, Ahmad Fachri, SH (kanan) dan Sekretaris DPD PAN Kabupaten Sumbawa, Syamsul Hidayat (kiri) saat memberikan keterangan persnya kepada wartawan

Beritasumbawa.com (20/5/2021)
SUMBAWA- Polemik terkait kantor DPD PAN Kabupaten Sumbawa, membuat ketua dan sekretaris partai tersebut angkat bicara. Menurut Ketua dan Sekretaris DPD PAN Kabupaten Sumbawa, kantor tersebut merupakan aset partai. Sementara Mantan Ketua DPD PAN Kabupaten Sumbawa, M. Jabir menegaskan, bahwa alas hak yang otentik hanya sertifikat.

Sekretaris DPD PAN Kabupaten Sumbawa, Syamsul Hidayat mengatakan,  persoalan ini berawal saat pihaknya melaksanakan rapat konsolidasi. Hal ini dilakukan pasca penetapan pengurus DPD PAN Kabupaten Sumbawa periode 2021-2026. Kegiatan itu dilaksanakan di Kantor DPD PAN Kabupaten Sumbawa.

Saat istirahat, M. Jabir datang ke lokasi dan menyatakan bahwa pengurus baru melakukan pengrusakan di rumah pribadinya. Dimana yang dimaksud oleh M. Jabir adalah kantor DPD PAN Kabupaten Sumbawa. Pihaknya beserta M. Jabir sempat bersitegang. Akhirnya, pihaknya meminta aparat kepolisian yang melakukan pengamanan untuk memediasi kedua belah pihak.

Menurut Syamsul, pihaknya tidak pernah melakukan pengrusakan. Pihaknya hanya membenarkan bahwa terjadi pengrusakan di kantor DPD PAN Kabupaten Sumbawa. Dimana pengrusakan itu diduga dilakukan oleh oknum tertentu. Bentuk pengrusakannya adalah atribut partai seperti papan nama yang diturunkan.

Menurutnya, bahwa kantor tersebut adalah aset partai. Dimana pihaknya mengklaim bahwa ada bukti kepemilikan atas kantor itu. Memang sertifikat atas lahan itu milik M. Jabir. Namun ada klausul lain yang menyebutkan bahwa kepemilikan kantor itu adalah DPD PAN Kabupaten Sumbawa. Namun diatas namakan kepada M. Jabir, yang saat itu sebagai kader senior dan menjabat sebagai Ketua DPW PAN NTB. Sekaligus sebagai Wakil Bupati Sumbawa pada 2010 lain.

Terkait persoalan ini, pihaknya akan menempuh langkah konkrit sesuai arahan DPW PAN NTB. Yakni melapor balik terkait dugaan pengrusakan itu. Dimana hal itu diduga dilakukan oleh oknum tertentu. Saat ini pihaknya juga membuat laporan tertulis untuk DPP PAN terkait persoalan ini. DPW PAN NTB juga menginstruksikan pihaknya untuk membuat surat rekomendasi. Untuk menindaklanjuti perbuatan oknum kader yang dinilai melanggar aturan partai.

kehilangan

Ketua DPD PAN Kabupaten Sumbawa, Ahmad Fachri, SH menambahkan, bahwa aset tanah dan bangunan itu merupakan aset PAN. Dimana semua pihak sudah mengetahui bahwa bangunan tersebut adalah Kantor DPD PAN Kabupaten Sumbawa. M. Jabir juga sebelumnya mengetahui bahwa kantor tersebut adalah kantor DPD PAN Kabupaten Sumbawa. Bahkan hingga tampuk kepemimpinan beralih, status kantor itu tetap sama.

Namun, dalam periode Ketua DPD PAN Kabupaten Sumbawa saat ini, barulah kantor tersebut diakui oleh M. Jabir. Dimana dalam pemilihan ketua DPD PAN Kabupaten Sumbawa periode ini, M. Jabir dikalahkan olehnya.

Sebelum kejadian ini, pihaknya mendapatkan pesan WhatsApp dari seseorang. Dimana pesan itu berbunyi bahwa jika M. Jabir kalah dalam pemilihan Ketua DPD PAN Kabupaten Sumbawa, maka kantor tersebut akan  diambil alih oleh mereka.

Setelah dia mendapatkan SK Ketua DPD PAN Kabupaten Sumbawa, lanjut Fachri, akrabnya disapa, atribut partai di kantor tersebut telah dirusak. Saat ini, pihaknya tengah menyusun materi untuk laporan ke kepolisian.

Terkait persoalan ini, para kader diinstruksikan untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu tindakan oknum lain. Pihaknya tetap merangkul M. Jabir selaku Ketua Harian DPD PAN Kabupaten Sumbawa. Untuk membesarkan partai tersebut.

Mantan Ketua DPD PAN Kabupaten Sumbawa, M. Jabir

Terpisah, M. Jabir yang dikonfirmasi terkait persoalan ini mengatakan, bahwa pihaknya sudah menempuh proses hukum. Karena itu, pihaknya akan menunggu perkembangan proses dugaan pengrusakan aset yang diklaim milik pribadinya itu. Dia menduga hal itu dilakukan dengan tujuan untuk menguasai, memanfaatkan atau merampas tanpa izin pemilik.

Menurut Jabir, alas hak kepemilikan yang sah adalah sertifikat. Sementara sertifikat lahan kantor tersebut atas namanya. Nantinya proses hukum akan bisa membuktikan hal tersebut.

Jabir mengatakan, bahwa dia bergabung dengan PAN sejak awal partai itu didirikan. Jadi, wajar jika ada pihak yang tidak mengetahui persoalan ini, jika tidak mengikuti riwayat partai tersebut. “Mendadak dangdut jadi ketua, tentu info dari mulut ke mulut yang jadi referensinya,” imbuh Jabir.

Jabir kembali menambahkan, bahwa dia adalah pendiri PAN. Dia telah banyak berkorban dan melalui proses yang panjang, hingga membuat PAN berada di posisi sekarang ini. Bahkan, jenjang pengkaderannya setara dengan Ketua Umum PAN di pusat.

Jadi, Jabir memaklumi jika ada pernyataan dari pihak tertentu, karena masih minim pengetahuan tentang PAN. “Tiba-tiba berada di puncak tanpa meniti pendakian. Biasa tidak mengetahui situasi lembah di bawah. Masing-masing orang punya jalan sejarah meraih karir politik. Ada yang dari bawah ada juga yang happy dengan previlage (keistimewaan, red) dan bantuan orang lain. Politisi sejati itu biasa lahir dari proses panjang,” tuturnya.

Terkait laporan polisi, lanjut Jabir, sudah dilayangkan pada Rabu (19/5) lalu. Laporan lisannya diikuti dengan laporan pengaduan. Dimana pihak kepolisian hanya menangani dugaan tindak pidana saja. Terkait status kepemilikan kantor, menurutnya sudah selesai. Dibuktikan dengan sertifikat atas namanya.

Seperti diberitakan, terjadi polemik antara Ketua dan Mantan Ketua DPD PAN Kabupaten Sumbawa. Masing-masing pihak, mengklaim kepemilikan kantor DPD PAN Kabupaten Sumbawa. Dimana pihak Ketua DPD PAN Kabupaten Sumbawa, Ahmad Fachri, SH mengklaim bahwa kantor tersebut adalah aset partai. Sementara mantan Ketua DPD PAN Kabupaten Sumbawa, M. Jabir, mengklaim bahwa kantor tersebut adalah aset pribadinya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.