Tim Gugus Tugas, Pulangkan Pengunjung dan Pedagang

oleh -16 Dilihat

Pedagang dan pengunjung Pantai Kuang Dingin di Dusun Sumbersari, Desa Perung, Kecamatan Lunyuk saat meninggalkan obyek wisata tersebut

 

 

Beritasumbawa.com (15/5/2021)

LUNYUK- Adanya warga yang membandel dan menerobos ke tempat wisata di Kecamatan Lunyuk, Jumat (14/5) lalu, disikapi tegas Tim Gugus Tugas kecamatan setempat. Para pengunjung dan pedagang yang ada di lokasi wisata, Sabtu (15/5), diminta untuk meninggalkan lokasi.

Dari pantauan di lapangan, mendapat informasi adanya warga yang menerobos portal di Pantai Kuang Dingin, Dusun Sumbersari, Desa Perung, Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Lunyuk, Drs. Iwan Sofyan langsung kembali dari KSB. Setibanya di Lunyuk, Sabtu (15/5) pagi, Iwan yang juga Camat Lunyuk ini langsung berkoordinasi dengan FK2D dan unsur Muspika. Pertemuan itu dilaksanakan di Polsek Lunyuk.

Setelah berkordinasi tim gabungan dengan Polsek Lunyuk dan FK2D langsung turun ke lokasi portal di titik nol Sumbersari. Tim langsung menuju wisata Pantai Kuang Dingin untuk memastikan dan memantau langsung kondisi di portal.

kehilangan

Di lokasi, tim melihat banyak warga yang hendak menuju ke lokasi wisata. Tim kemudian meminta para warga tersebut untuk tidak menuju lokasi wisata. Warga diminta kembali ke rumahnya masing-masing. Para warga tersebut diajak untuk bersama-sama menjaga keselamatan sehingga terbebas dari Covid-19.

Tim Gugus Tugas saat memberikan pemahaman kepada pengunjung dan pedagang

Setelah beberapa jam berada di lokasi portal, tim langsung menuju lokasi wisata Pantai Kuang Dingin. Di lokasi ini masih ditemukan sejumlah pengunjung dan pemilik lapak yang berjualan dari sejak pertama lebaran.

Iwan kemudian memberikan pemahaman kepada seluruh pengunjung dan pemilik lapak, terkait larangan berkunjung ke tempat wisata selama lebaran. setelah diberikan pemahaman, para pengunjung dan pemilik lapak pun mengerti.

Nasrin, pedagang harum manis di Pantai Kuang Dingin

Salah seorang pedagang harum manis di lokasi tersebut, Nasrin (54), bersyukur karena diberikan pemahaman. Pesagang asal Lombok ini berterimakasih kepada tim yang datang dan memberikan mereka peringatan.

“Kami selaku rakyat kecil hanya bisa mencari makan. Namun jika itu aturan pemerintah, kami harus mematuhi. Kami tidak berani melanggar aturan pemerintah. Apalagi ini menyangkut kasus covid-19,” katanya kepada tim.

Kepada para pedagang, Iwan mengatakan bahwa aturan itu bukan dibuat oleh pemerintah kecamatan. Namun aturan ini dibuat oleh pemerintah pusat. Dalam hal ini, pihaknya bukan menghalangi masyarakat untuk mencari rejeki. Tapi ada aturan yang tidak boleh dilanggar. Mengingat, Kecamatan Lunyuk masih zona merah Covid-19. Karena ada sejumlah warga yang meninggal dunia akibat virus tersebut.

Iwan selaku Ketua Tim Gugus Tugas dan Camat Lunyuk meminta maaf kepada para pengunjung dan pedagang di lokasi wisata itu. Tapi, yang dilakukan oleh pemerintah merupakan bukti kepedulian terhadap masyarakat. “Saya mohon maaf kepada bapak-bapak atau ibu semuanya. In sya Allah di tempat lain bapak-bapak atau ibu masih ada rejeki yang Allah berikan,” ujar Iwan kepada pengunjung dan pedagang.

Salah seorang pedagang mainan pun, Amaq Aye, saat diimbau langsung bergegas membereskan dagangannya. Waega Padasuka ini mengatakan, dia sudah dua hari berjualan di lokasi tersebut. Dia kemudian bergegas untuk pulang. Mengingat, pengunjung yang datang juga sepi. (bs/aj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.