Janda Anak Delapan, Bebas dari Penjara

oleh -96 Dilihat

NR (menggunakan jilbab, red) disambut anaknya saat keluar dari Lapas Sumbawa

 

 

Beritasumbawa.com (11/5/2021)

SUMBAWA- Seorang wanita berinisial NR (42), kembali menghirup udara bebas jelang lebaran ini. Pasalnya, tersangka kasus dugaan penganiayaan ini, dibebaskan dari tuduhannya. Setelah pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa menerapkan sistem restorative justice (RJ) dalam perkara tersebut.

Kajari Sumbawa, DR. Adung Sutranggono (kanan) didampingi Kasi Intel, Anak Agung Putu Juniarta Putra, SH (tengah) dan Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Hendra, SS., SH (kiri) dalam jumpa persnya terkait penerapan sistem RJ pada perkara penganiayaan

Kajari Sumbawa, Dr. Adung Sutranggono, dalam jumpa persnya, Selasa (11/5) siang, membenarkan telah menerapkan sistem RJ dalam perkara itu. Adapun penerapan RJ ini yang pertama kali di lingkup Kejari se-NTB dalam tahun ini. Sebelumnya, terjadi kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh NR. Dimana NR menganiaya seorang wanita bernama Rita Kurniawati (32). Atas penganiayaan tersebut, korban melapor ke Polres Sumbawa.

Selama proses hukumnya, tersangka NR sempat ditahan. NR kemudian dititipkan di Lapas Sumbawa. Namun, setelah adanya penerapan RJ ini, maka perkara yang melibatkan NR akan dianggap telah selesai. Penerapan RJ ini sendiri telah melalui sejumlah mekanisme. Selain itu, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Penerapan RJ ini juga harus disetujui oleh Kajati NTB.

kehilangan

Menurut kajari, dengan penerapan RJ ini, pihaknya tidak hanya sekedar memenjarakan orang saja. Ada kebijakan dari Jaksa Agung terkait Restoratif Justice. “Dengan ini diharapkan dapat mengubah stigma di tengah masyarakat. Dimana penyelesaian perkara tidak hanya harus dilakukan di pengadilan,” ujar kajari.

Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Hendra, SS., SH menambahkan, kasus ini dilatarbelakangi status korban di media sosial. Dimana korban mengupdate status bertuliskan “anak catur”. Membaca status ini, NR merasa kesal. Wanita berstatus janda ini merasa status tersebut diarahkan kepadanya. Karena NR memiliki delapan orang anak.

NR kemudian mendatangi kos-kosan korban di Kelurahan Brang Biji. NR langsung menganiaya korban dengan cara memukul menggunakan tangan kanannya. Mengakibatkan luka memar lecet pada bawah mata sebelah kiri dan luka gores pada dada.

Korban yang tidak terima, langsung melapor ke Polres Sumbawa. Dalam prosesnya, NR sempat ditahan. Belakangan, dilakukan upaya perdamaian antara kedua belah pihak. Perdamaian tersebut difasilitasi di Kantor Kejari Sumbawa pada 6 Mei lalu. Dimana korban juga sudah sepakat berdamai tanpa ada syarat apapun. Mengingat, tersangka NR juga merupakan orang dekat korban.

Kemudian Kajari Sumbawa mengajukan permintaan Penghentian Penuntutan, berdasarkan Keadilan Restoratif kepada Kepala Kejaksaan Tinggi NTB. Adapun syarat yang harus dipenuhi antara lain, tersangka baru pertama kali melakukan perbuatan tersebut. Ancaman tindak pidana perkaranya di bawah lima tahun. Kerugian yang ditimbulkan dalam perkara itu tidak lebih dari Rp 2,5 juta.

Semua persyaratan tersebut, telah dipenuhi oleh tersangka. Tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka juga tidak menimbulkan kerugian nilai barang tertentu.

Selanjutnya dilakukan Ekspose via Zoom hingga mendapatkan persetujuan dari Kajati NTB untuk dilakukan penghentian penuntutan. Penyelesaian penanganan perkara ini, dilakukan dengan penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif atau Restorative Justice (RJ). “Setelah pihaknya menerima persetujuan dari Kajati NTB, yang bersangkutan harus segera dikeluarkan dari tahanan,” pungkasnya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.