Terganjal Persoalan, Puskesmas Baru Terlambat Difungsikan

oleh -32 Dilihat

Bangunan Puskesmas Lunyuk yang baru

 

 

Beritasumbawa.com (10/5/2021)

SUMBAWA- Bangunan baru Puskesmas Lunyuk, sempat terlambat difungsikan. Hal ini diakibatkan, terjadi sejumlah persoalan di lapangan.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, Abdul Malik, S.Sos

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, Abdul Malik, S.Sos mengatakan, untuk bangunan baru Puskesmas Lunyuk, dua bulan lalu sudah difungsikan. Puskesmas yang lama juga tetap difungsikan. Memang ada persoalan awal sehingga puskesmas itu belum difungsikan sebelumnya. Salah satunya adalah halaman depan yang belum dipaving. Sehingga, saat hujan halaman depan puskesmas becek. Selain itu, ada sejumlah bagian atap puskesmas yang bocor. Karena puskesmas tersebut lama tidak difungsikan.

Menurut Malik, akrab pejabat lowprofile ini disapa, sebetulnya sebulan setelah puskesmas baru selesai dibangun, sudah langsung ditempati. Namun, terjadi persoalan di tengah masyarakat yang harus diselesaikan dengan arif. Tanpa ada hal-hal yang bisa berdampak lain. “Kami sudah berusaha. Kami sudah pindah sebulan setelah selesai. Tapi ada persoalan di masyarakat. Sampai (penyelesaiannya, red) harus menghadap bupati yang lama, dulu. Penyelesaiannya diserahkan kepada Dinas Kesehatan dan pemerintah kecamatan,” ujar Malik, saat ditemui di ruang kerjanya.

kehilangan

Hasil pantauannya Senin (10/5) pagi, pelayanan sudah berjalan. Namun diakui, pelayanan di puskesmas yang baru masih belum sempurna.

Kondisi ini juga sudah diketahui oleh DPRD Sumbawa. Pihaknya kemudian dipanggil untuk melakukan hearing dengan DPRD Sumbawa. Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan itu. “Yang menjadi kata kuncinya adalah puskesmas yang baru sudah kami gunakan. Dengan membagi pelayanan dengan puskesmas yang lama,” imbuhnya.

Jika berbicara mengenai tenaga kesehatan, para petugas dibagi dan ditugaskan di puskesmas lama dan baru secara bergantian. Dengan menggunakan sistem shift.

Selain itu, peralatan kesehatan yang ada di puskesmas yang lama, belum bisa dipindahkan di bangunan yang baru. Jadi pelayanan kesehatan masyarakat pada bangunan puskesmas yang baru, menggunakan peralatan yang ada di puskesmas itu. Setelah peralatan pada puskesmas yang lama dipindahkan, maka pelayanan pada puskesmas yang baru akan bisa maksimal.

Namun, kesimpulan saat hearing di DPRD Sumbawa, pelayanan tetap diberlakukan pada puskesmas yang lama dan baru. Dengan tenaga yang digilir pada masing-masing puskesmas. Rencananya, puskesmas lama akan dijadikan sebagai puskesmas pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA). Sementara puskesmas yang baru akan memerikan pelayanan rawat jalan dan rawat inap. Namun, hal itu baru maksimal dilaksanakan ketika sejumlah fasilitas yang kurang, dibenahi.

Malik mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah melakukan pembenahan seadanya. Pihaknya juga sudah bersurat ke Bupati Sumbawa. Untuk meminta anggaran guna pembenahan. Dalam hal ini, dana yang diajukan untuk paving block sebesar Rp 135 juta. Untuk perbaikan atap dan plafon sebesar Rp 55 juta. Untuk perbaikan sanitasi AC, kamar mandi dan sebagainya sebesar Rp 75 juta. Diharapkan, bupati bisa memberikan anggaran sesuai yang dibutuhkan. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.