Calon Pelanggan Diduga Tertipu Oknum Petugas PDAM

oleh -32 Dilihat

Beritasumbawa.com (8/5/2021)

SUMBAWA- Sial menimpa Damianus Meno, warga Kelurahan Uma Sima. Warga ini diduga menjadi korban penipuan oleh oknum petugas lapangan PDAM Sumbawa. Dimana korban telah menyetorkan uang jutaan rupiah untuk pemasangan jaringan PDAM. Namun, hal tersebut tidak terealisasi.

Kepada wartawan, Dami, akrabnya disapa menuturkan, hal ini berawal saat dirinya hendaklah memasang jaringan PDAM untuk rumahnya. Karena itu, dia menghubungi salah seorang oknum petugas lapangan PDAM melalui kenalannya. Akhirnya, Dami melakukan transaksi dengan oknum tersebut. Dimana Dami dimintai biaya sebesar Rp 4 juta untuk pemasangan jaringan dan meteran PDAM. “Waktu itu oknum tersebut (sebut nama, red) menjanjikan biaya Rp 4 juta untuk pemasangan jaringan hingga meterannya,” terang Dami.

Dami kemudian mengiyakan hal tersebut. Setelah pembayaran dilakukan, oknum itu kemudian melakukan pemasangan jaringan dari pipa induk ke rumah Dami. Namun, meterannya belum terpasang.

Tidak lama, petugas dari kantor PDAM datang ke rumahnya. Petugas kemudian melakukan pembongkaran terhadap jaringan itu. Hal ini tentu saja membuat Dami terkejut. Karena dia merasa sudah membayar melalui oknum petugas lapangan PDAM.

Hal ini juga sudah disampaikan kepada petugas PDAM yang datang. Pihaknya kemudian mendatangi Kantor PDAM Sumbawa. Guna menanyai kejelasan mengenai hal yang menimpanya. Kemudian, Dami disarankan untuk melakukan pemasangan secara resmi. Adapun biayanya sebesar Rp 2 juta. Biaya itu termasuk biaya administrasi hingga pemasangan meteran air.

Akhirnya, dia terpaksa menyanggupi hal ini. Pemasangan jaringan juga sudah dilakukan oleh petugas dari PDAM. Mengingat, dia dan keluarganya sangat membutuhkan air bersih. Namun, dia merasa tertipu atas ulah oknum petugas lapangan tersebut. Karena merasa dirugikan, dia meminta keadilan dari pihak PDAM. Bahkan, dia berencana melaporkan ulah oknum tersebut ke kepolisian.

kehilangan

Terpisah, Direktur PDAM Sumbawa, Juniardi Akhir Putra, ST., S.ST., M.Kom yang dikonfirmasi mengatakan, bahwa dirinya sudah mendengar adanya persoalan ini. Sebelumnya, PDAM mendapatkan laporan adanya pemasangan jaringan liar di sekitar Kelurahan Uma Sima. Langsung saja, petugasnya turun untuk melakukan pembongkaran. Belakangan, dia baru mengetahui bahwa warga tersebut melakukan transaksi dengan oknum petugas lapangannya.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh warga tersebut di luar sepengetahuan PDAM. Karena yang bersangkutan melakukan transaksi dengan salah seorang oknum petugas lapangan. Sementara, untuk pemasangan jaringan, ada prosedur yang harus dilalui. “Untuk calon pelanggan bersangkutan, namanya selaku pemohon sudah masuk. Pembayarannya sudah dilakukan. Pemasangan jaringannya juga sudah selesai Jumat (7/5) sore,” imbuh Juniardi.

Dipaparkan, prosedurnya antara lain, calon pelanggan harus mendatangi kantor pusat PDAM Sumbawa. Kemudian membayarkan biaya pemasangan baru sebesar Rp 2 juta. Pembayaran ini juga tidak langsung dibayarkan kepada petugas, melainkan melalui bank. Setelah pembayaran, barulah pemasangan jaringan dilakukan.

Menurut Juniardi, saat ini pihaknya tengah gencar melakukan penertiban. Baik itu penertiban jaringan maupun internalnya. Mengenai adanya rencana warga untuk melaporkan hal ini ke polisi, dipersilakan oleh pihaknya. Nantinya, PDAM akan siap untuk bekerjasama dan membantu memberikan kesaksian di hadapan hukum.

Terkait adanya oknum petugas PDAM yang nakal, pihaknya sudah menerapkan sejumlah aturan. Dimana ada petugas khusus yang akan melapor ke polisi. Jika ada oknum petugasnya, yang mengambil dana dari warga mengatasnamakan PDAM.

“Sekarang jika ada yang bermasalah, sudah kami berikan surat pernyataan, akan melunasi dalam jangka waktu tertentu. Jika tidak, akan diskorsing selama tiga bulan. Dan jika tidak diindahkan, maka akan diadakan pemecatan,” tegasnya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.