Trader Forex Didakwa Dugaan Penggelapan dan Penipuan

oleh -29 Dilihat

Sidang dugaan penggelapan dan penipuan dengan terdakwa Taufan Yanuarsyah yang dilaksanakan secara online

 

 

Beritasumbawa.com (3/5/2021)
SUMBAWA- Sidang kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Taufan Yanuarsyah, dimulai, Senin (3/5) siang. Sidang perdana itu, dilakukan secara online.

Sidang yang beragendakan pembacaan dakwaan tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Dwiyantoro, SH. Majelis hakim berada di PN Sumbawa. Sementara terdakwa Taufan, berada di Polres Sumbawa. Untuk JPU kasus tersebut, Agus Widiyono, SH., MH, berada di Kantor Kejari Sumbawa.

Dalam persidangan, terdakwa yang merupakan trader Forex itu didampingi oleh empat orang penasihat hukum. Yakni Muhammad Arif Syahroni, SH., MH dan kawan-kawan.

Dalam persidangan, JPU menjerat Taufan dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan, atau pasal 378 KUHP tentang penipuan.

kehilangan

Karena diduga melakukan penipuan terhadap korban Siti Maylanie Lubis. Yang mana korban merupakan pengusaha sekaligus pengacara. Dimana keduanya awalnya bertemu di sebuah hotel, guna menagih ganti rugi kecelakaan pesawat pada 2018 lalu. Keduanya kemudian menjalin asmara.

Karena itu, terdakwa meminjam uang dari korban. Guna kepentingan pengembangan bisnis hasil bumi terdakwa di Sumbawa. Dengan iming-iming keuntungannya akan dibagikan. Selain itu, terdakwa juga meminta kepada korban untuk dibelikan kendaraan. Alasannya, untuk digunakan melihat potensi bisnis yang ada di Sumbawa. Terdakwa beralasan kepada korban, bahwa kondisi alam Sumbawa masih banyak hutan belantara. karena tidak mengetahui kondisi Sumbawa, korban akhirnya mengiyakan hal tersebut.

Selain itu, korban juga mentransferkan uang secara berkala kepada terdakwa hingga senilai Rp 22,994 miliar. Setelah ditagih terkait keuntungan bisnis, terdakwa malah berkilah. Hingga 2020, uang korban tidak dikembalikan oleh terdakwa. Karena merasa ditipu, korban akhirnya melaporkan kasus itu ke Polres Sumbawa.

Terhadap dakwaan JPU, terdakwa Taufan membantah hal tersebut. Menurut Taufan, hal itu semua tidak benar. Karena itu, terdakwa melalui penasihat hukumnya akan mengajukan keberatan atas dakwaan JPU atau eksepsi secara tertulis.

Penasihat hukum juga menginginkan agar persidangan dilakulan secara langsung atau offline. Sebab, penasihat hukum terdakwa beralasan bahwa jaringan internetnya bermasalah. Dikhawatirkan, apa yang menjadi hak terdakwa tidak dapat tersampaikan dengan jelas. Dalam kesempatan itu, terdakwa melalui penasihat hukumnya juga mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Karenanya, majelis hakim akan mempertimbangkan permohonan tersebut.

Sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan. Dengan agenda pembacaan eksepsi dari terdakwa. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.