Wow, Cathering RSMA Diduga Ditemukan Belatung, Ini Reaksi Polisi

oleh -104 Dilihat

Inilah makanan cathering bagi petugas di RSMA yang diduga ditemukan belatung di dalamnya

 

 

Beritasumbawa.com (30/4/2021)

SUMBAWA- Makanan perusahaan cathering di RSMA menjadi sorotan. Sebab, ditemukan benda diduga belatung pada makanan tersebut. Adanya temuan itu, membuat aparat kepolisian bertindak.

Kapolres Sumbawa, AKBP. Widy Saputra, SIK., MH

Kapolres Sumbawa, AKBP. Widy Saputra, SIK., MH mengatakan, tim dari Unit Tipikor Reskrim Polres Sumbawa akan segera turun. Guna menindaklanjuti adanya temuan ini. “Tim turun untuk mencari info saja. Untuk mengumpulkan keterangan yang bisa digunakan untuk bahan penyelidikan lebih lanjut. Kalau memang ada penyimpangannya. Masih sebatas itu saja,” ujar kapolres singkat.

Sebelumnya, seorang facebooker dengan nama akun Andi Rusni, menyoroti makanan RSMA yang diperuntukkan karyawannya. Dalam statusnya yang diposting Sabtu (29/4) malam, Andi mengungkapkan jika menu buka puasa petugas RSMA ada rasa belatung dan ulatnya. Hal ini bukan hanya terjadi sekali, namun sudah beberapa kali.

kehilangan

Tidak hanya itu, petugas RSMA juga ada yang muntah karena mengkonsumsi makanan tersebut. Diduga petugas tersebut mengalami keracunan makanan.

Andi juga memposting foto yang menampilkan makanan dan tampak benda kecil warna putih menyerupai ulat. Benda menyerupai ulat itu ditandai dalam lingkaran. Andi meminta agar aparat penegak hukum bisa menyikapi persoalan ini.

 

Direktur RSMA, dr. Arindra

Sementara itu, Direktur RSMA, dr. Arindra yang dikonfirmasi terkait persoalan ini mengatakan, pihaknya telah mengambil tindakan tegas kepada rekanan penyedia catering bagi petugas kesehatan RSMA. Tindakan tegas berupa pemutusan kontrak ini diambil menyusul beberapa kali ditemukannya makanan yang tidak higienis yang dikonsumsi oleh petugas kesehatan dan karyawan RSMA. Akibatnya sejumlah petugas mengalami muntah-muntah dan gejala keracunan.

Menurutnya beberapa hari yang lalu benar ada beberapa karyawan dengan gejala keracunan. Pihak RSMA bersama K3RS langsung melakukan investigasi. Hasil investigasi diduga penyebab keracunannya berasal dari makanan cathering pihak ketiga yang dikonsumsi para petugas.

Dia langsung memerintahkan PPK untuk melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap rekanan. PPK telah turun bersama tim melakukan pengecekan. Kemudian melakukan pembinaan dan memberikan peringatan kepada pihak rekanan.

Setelah diberikan peringatan, kondisi yang sama terjadi lagi. Kejadian kedua didapati telur lalat di dalam makanan cathering. Akhirnya pihak RSMA dengan tegas melakukan pemutusan kontrak. Setelah pemutusan kontrak, pihak manajemen RSMA tidak bisa langsung menemukan rekanan penggantinya. Pihaknya kembali meminta kepada rekanan lama untuk melayani cathering sekali lagi. Yakni pada saat buka puasa Kamis (29/4) lalu. Sebab tidak serta merta rekanan yang baru langsung bisa melayani. Sebab banyaknya pesanan makanan, jadi bahannya perlu disiapkan terlebih dahulu.

Namun, hal yang sama kembali terjadi. Dimana karyawan menemukan makanan yang tidak higienis pada makanan cathering. Menurut Arindra, sebenarnya pihaknya menjadi korban. Sebab, makanan yang disiapkan berasal dari rekanan.

Dia menegaskan, sejak Jumat (30/4), pihaknya mulai bekerjasama dengan rekanan baru. Sementara rekanan lama tidak digunakan lagi. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.