GHC Dilimpahkan ke Kejaksaan

oleh -27 Dilihat

Oknum anggota DPRD Sumbawa berinisial GHC (kanan) saat dilimpahkan ke Kejari Sumbawa

 

 

BERITA SUMBAWA

SUMBAWA- Tersangka kasus penghinaan calon Wakil Bupati Sumbawa, berinisial GHC, akhirnya dilimpahkan penyidik polres ke Kejari Sumbawa. Dengan demikian, penanganan kasus yang melibatkan oknum anggota DPRD Sumbawa itu, resmi ditangani Kejari Sumbawa. Pelimpahan tersebut dilakukan Rabu (21/4) pagi.

Dari pantauan di lapangan, dalam pelimpahan itu, penyidik juga langsung menghadirkan tersangka GHC. Kemudian, jaksa melakukan pemeriksaan barang bukti dalam kasus itu. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemeriksaan tersangka.

Iptu. Akmal Novian Reza, SIK

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Akmal Novian Reza, SIK mengatakan, bahwa pihaknya telah melimpahkan tersangka GHC dan barang bukti ke Kejari Sumbawa. Pelimpahan dilakukan setelah adanya penetapan P21 atas kasus tersebut.

kehilangan

Akmal, akrab perwira ini disapa mengakui bahwa pelimpahan tersangka dan barang bukti sempat terlambat. Mengingat, pihaknya menerima surat pemberitahuan dari rumah sakit jiwa di Mataram. Dimana pihak rumah sakit jiwa menyatakan saat itu GHC sedang mengalami gangguan jiwa. Meski demikian, adanya surat pemberitahuan itu tidak akan mengurangi hukuman dalam kasus tersebut. Namun, dari hasil komunikasi dengan GHC, yang bersangkutan terlihat biasa-biasa saja.

Seharusnya, pihak rumah sakit jiwa mengirimkan surat lanjutan terkait kondisi GHC. Karena saat itu GHC berobat. Tapi pihaknya tidak menerima surat lanjutan. Sesaat sebelum pelimpahan, GHC juga menyatakan dirinya sehat.

Dijelaskan, untuk GHC sendiri tidak ditahan. Sebab, ancaman hukuman kasusnya tidak mengharuskan dilakukan penahanan terhadap tersangka.

Ida Made Oka Wijaya, SH

Terpisah, Kasi Intel Kejari Sumbawa, Ida Made Oka Wijaya, SH membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pelimpahan itu. Dalam hal ini, tersangka GHC disangkakan melanggar pasal 45 ayat 3 juncto pasal 27 ayat 3, undang-undang nomor 19 tahun 2016, tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Oka, akrabnya disapa menjelaskan, setelah penyerahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan, maka tim JPU akan segera menuntaskan surat dakwaan. Sehingga bisa segera dilimpahkan ke pengadilan. “Jadi, tanggungjawab penyidik kepolisian kini telah beralih kepada jaksa penuntut umum,” ujar Oka.

Oka memaparkan, dalam perkara ini tersangka GHC tidak bisa ditahan. Sebab, ancaman hukuman dalam kasus ini di bawah lima tahun penjara.Pihaknya sudah memberikan pemahaman kepada tersangka agar kooperatif. Dalam artian saat pelaksanaan persidangan, tersangka diharapkan hadir sesuai persidangan.

Menurut Oka, sebelumnya saat kewenangannya masih berada pada penyidik, tersangka sempat melayangkan surat sakit. Namun, saat ini tersangka sudah dinyatakan sehat. Kemudian penyidik juga sudah bisa menghadirkan tersangka saat proses pelimpahan. “Kedepan semoga tidak ada kendala. Tersangka juga sudah menyanggupi untuk mengikuti persidangan,” Imbuhnya.

Sementara itu, GHC yang ditemui seusai pelimpahan, enggan berkomentar kepada wartawan. “Langsung saja ke penyidik mas. Saya puasa ngomong hari ini,” singkatnya.

Diketahui, seorang oknum anggota DPRD Sumbawa, berinisial GHC, dilaporkan oleh calon Wakil Bupati Sumbawa, Sudirman, ke polisi. Hal ini karena adanya postingan melalui akun facebook oknum anggota dewan tersebut, yang diduga menghina. Dalam postingan itu, GHC diduga mendiskreditkan calon wakil bupati dari paket Bersinar itu. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.