SML Dituding Memutarbalikkan Fakta

oleh -22 Dilihat

SUMBAWA- Persoalan terkait dugaan penipuan terhadap pengusaha asal Jakarta berinisial SML, terus berlanjut. Tuduhan pelapor ini, dibantah dengan keras oleh tersangka TYS. Bahkan, menurut TYS, bahwa SML telah memutarbalikkan fakta.

TYS melalui kuasa hukumnya, Muhammad Arif Syahroni, SH., MH, mengatakan, mereka bertemu karena sama-sama mengurus klaim asuransi korban kecelakaan pesawat GT-610. Keduanya bertemu dalam proses pengurusan itu. Mengenai adanya dugaan penipuan dan penggelapan, menurut TYS, uang dari SML diterima dua kali. Tahap pertama sebelum pencairan klaim kecelakaan pesawat.

“Saat itu terjadi pinjam meminjam uang antara keduanya. Adapun nilainya Rp 857 juta. Itu dilakukan secara bertahap. Yang minjam pertama kali itu pelapor (SML, red),” ujar Arif, akrabnya disapa.

Selama proses itu, kedua belah pihak biasa saling pinjam meminjam. Bahkan pada akhir 2018, SML juga sempat meminjam uang kepada TYS. Pinjamannya senilai Rp 100 juta.

Mengenai nilai kerugian yang diakui oleh SML sebesar Rp 22,9 miliar, menurutnya itu tidak benar. Sebab, uang yang ada dalam rekening TYS hanya sebesar Rp 15 miliar. Dana ini merupakan penggantian investasi kepada TYS, dari ahli waris rekan bisnisnya yang meninggal dalam kecelakaan pesawat.

Uang ini pertama kali ditransfer pada Desember 2019. Adapun nilai transfer pertamanya yakni Rp 3,6 miliar. Dana ini ditransfer oleh SML. Pengiriman uang itu dikonfirmasi oleh SML kepada TYS via telepon. Dimana SML mengatakan bahwa uang penggantian investasi sudah dikirimkan.

Dalam hal ini, TYS merasa bahwa haknya atas inti investasi dan modal pada ahli waris rekan bisnisnya masih ada. Karena itu, TYS berangkat ke Jakarta untuk mengurus sisanya. Kemudian, sisa dana investasi itu, diberikan kepada TYS secara tunai. Yakni sebesar 700 ribu dolar. “Uang itu diberikan di apartemen. Menurut klien saya, uang itu disimpan di apartemen kurang lebih tiga bulan,” terangnya.

kehilangan

Karena hendak kembali ke Sumbawa, TYS menghubungi istrinya. Namun, istrinya melarang TYS pulang dengan membawa uang sebanyak itu. Karena istrinya khawatir dengan keselamatan TYS. Jadi TYS berinisiatif menitipkan uang itu ke sejunlah temannya di Jakarta. Karena jumlahnya cukup besar, tidak ada teman TYS yang menyanggupi.

Kemudian, SML menawarkan diri sebagai tempat penitipan uang itu. SML berjanji akan mentransferkan uang itu secara bertahap. Sambil menunggu nilai tukar dolar ke rupiah semakin tinggi. Dalam rentang waktu Januari hingga Juli 2020, SML menunaikan janjinya. Dengan total nilai transfer Rp 15 miliar.

Namun, pada Januari 2021, SML datang ke Sumbawa. SML mengklaim, bahwa dana yang ditransferkan olehnya itu ke TYS adalah dana pribadinya. Hal ini yang dijadikan sebagai dasar laporan SML. Namun, perlu diketahui bahwa dalam laporan awal, SML mengaku menderita kerugian sebesar Rp 857 juta. Dimana dana itu ditransfer sebanyak 43 kali.

Kemudian, pihak kepolisian fokus menyelidiki uang milik TYS yang menjadi haknya. Atas ganti rugi kepada TYS dari rekan bisnisnya yang menjadi korban kecelakaan pesawat. “Menurut keterangan klien saya, dia (SML, red) memutarbalikkan fakta. Dia mengklaim bahwa itu uangnya sendiri. Padahal itu hak dari TYS,” tegas Arif.

Mengenai informasi adanya hubungan asmara antara SML dan TYS, Arif memaparkan, hal itu dibantah kliennya. Menurut TYS, antara dia dan SML tidak memiliki perasaan dan hubungan apa-apa. Pihaknya juga merasa bingung, karena jika dikembalikan ke laporan awal, jika SML ingin uangnya kembali, seharusnya melayangkan gugatan perdata.

Selain itu, pihaknya juga berencana melapor SML. Karena SML diduga memberikan keterangan yang tidak benar. Laporan akan dilayangkan slama waktu dekat. Saat ini, pihaknya masih mengumpulkan alat bukti untuk dilampirkan dalam laporan.

“Proses yang terjadi antara SML dan TYS ini berkaitan dengan ganti rugi korban kecelakaan pesawat 2018 lalu. Sangat jauh dari hubungan asmara,” pungkasnya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.