Karena Asmara, Pengusaha Asal Jakarta Tertipu Puluhan Miliar

oleh -34 Dilihat

SUMBAWA- Seorang pengusaha asal Jakarta, melaporkan seorang warga Kelurahan Lempeh berinisial TYS. Pasalnya, pengusaha ini diduga tertipu puluhan miliar oleh TYS. Belakangan, TYS diketahui anak seorang mantan pejabat di Kabupaten Sumbawa.

Kepada wartawan, korban berinisial SML mengatakan, awalnya dia bertemu dengan TYS pada 2018 lalu. Keduanya bertemu di Jakarta. “Pada saat itu kami bertemu di Hotel Ibis Cawang. Dimana pada saat itu menjadi posko bagi keluarga korban Lion Air yang jatuh 28 Oktober 2018. Kebetulan, kerabat TYS (sebut nama, red) ini korban kecelakaan pesawat,” ujar SML.

Singkat cerita, keduanya ngobrol dan intens menjalin komunikasi. Setelah lama menjalin komunikasi, keduanya menjalin hubungan asmara. Sebab, TYS saat itu mengaku masih single.

Tersangka berinisial TYS saat diamankan

Kepada SML, TYS kerap berkeluh kesah bahwa dia memiliki hutang. Akhirnya, SML menawarkan diri untuk membantu. “Jadikan begini, namanya orang berhubungan asmara, dia (TYS, red) berkeluh kesah banyak hutang, susah, rumahnya ngontrak. Namanya kita punya perasaan, ya kita bantu. Saya bilang saya bisa bantu apa. Tapi saya bilang, saya nggak mau bayarin hutang kamu lho,” terangnya.

Akhirnya, TYS mengatakan bahwa dia memiliki bisnis hasil bumi. TYS membujuk SML, jika bersedia membantu, maka bisnis itu untuk masa depan mereka berdua. Namun, pada akhirnya TYS mengaku sudah memiliki istri.

SML mengaku membantu TYS sejak 2019 hingga 2020. Uang dikirimkan kepada TYS secara berkala. Tidak hanya itu, SML juga membelikan TYS mobil mewah. Jika ditotal, kerugian yang diderita SML jumlahnya mencapai Rp 22,9 miliar. TYS juga sempat meyakinkan SML, jika bisnisnya berhasil, maka istrinya akan menyetujui hubungan mereka. Dia bahkan sudah bertemu dengan orang tua TYS. Bahkan SML disarankan untuk menikah dengan TYS.

Namun, saat itu dia belum mau. Sebab, dia harus memastikan kejelasan uangnya. Namun, belakangan dia melihat gelagat yang tidak baik. Sebab, SML merasa dipermainkan. Saat dia menginginkan uangnya dikembalikan, namun TYS dan keluarga enggan melakukannya. Mereka beralasan bahwa uang tersebut sudah habis. Karena itu, SML merasa dirugikan dan akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polres Sumbawa.

kehilangan
Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Akmal Novian Reza, SIK

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu. Akmal Novian Reza, SIK mengatakan, dugaan penipuan dan penggelapan ini berawal dari perkenalan antara korban dengan tersangka TYS di Jakarta. Dimana keduanya bertemu pada 2018 lalu.

Keduanya kemudian terlibat asmara. Sehingga berujung pada tindak pidana penipuan dan penggelapan. Dimana korban memberikan pinjaman kepada tersangka secara bertahap. Dengan tujuan sebagai modal usaha jual beli hasil bumi. “Korban diiming-imingi akan dibagikan keuntungan,” papar Akmal, akrab perwira ini disapa.

Namun, setelah hampir dua tahun, tidak ada keuntungan yang diberikan oleh tersangka kepada korban. Bahkan modal yang diberikan tidak dikembalikan. Akhirnya, korban melaporkan kasus ini ke Polres Sumbawa. Dalam hal ini, korban diduga menderita kerugian sebesar Rp 22,9 miliar.

Dipaparkan, kasus ini dilaporkan Januari lalu. Kemudian dilakukan penyelidikan dan pengembangan. Hasilnya, ternyata juga diduga terjadi tindak pidana pencucian uang (TPPU). Mengenai dugaan TPPU ini, akan dijelaskan lebih lanjut. Sebab, pihaknya masih melakukan pengembangan.

Saat ini, kasusnya sudah dinyatakan P21 oleh jaksa di Kejari Sumbawa. Setelah penetapan itu, dilanjutkan dengan pelimpahan tersangka dan barang bukti. Berupa satu unit mobil mewah dan sebuah mobil klasik. Polisi juga menyita tiga pucuk senjata api beserta amunisi dari tangan tersangka. Diduga kuat barang-barang tersebut dibeli oleh tersangka menggunakan uang korban. Pelimpahan ini dilakukan Selasa (13/4) siang.

Pemeriksaan barang bukti yang dilimpahkan penyidik Polres Sumbawa

Terpisah, Kasi Pidum Kejari Sumbawa, Hendra, SS., SH yang dikonfirmasi membenarkan bahwa kasusnya telah dinyatakan P21. Bahkan, tersangka dan barang bukti kasus tersebut juga sudah dilimpahkan oleh penyidik Polres ke Kejari Sumbawa. “Setelah itu, tersangka kami tahan dan kami titipkan di Lapas Sumbawa,” terang Hendra.

Dalam hal ini, tersangka dijerat dengan pasal 372 KUHP atau 378 KUHP juncto pasal 64 KUHP. Yakni tentang penggelapan atau penipuan yang berlanjut. Kemudian pihaknya akan menyusun surat dakwaan, agar kasusnya segera dilimpahkan ke Pengadilan. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.