Ramadhan, Pasokan Listrik Dipastikan Aman

oleh -27 Dilihat

SUMBAWA- PT PLN Area Sumbawa, melakukan apel gelar pasukan dan peralatan,

Kegiatan apel gelar pasukan dan peralatan, di Kantor PT. PLN Area Sumbawa

Senin (12/4) pagi. Kegiatan ini dilakukan, guna memastikan kelancaran pasukan listrik bagi masyarakat selama ramadhan.

Apel itu dipimpin Manajer PT PLN Area Sumbawa, Irwanto Wahyu Kusumo. Dalam hal ini, Irwanto menekankan kepada personelnya untuk bertugas dengan baik. Selain itu, personelnya juga diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Mengingat, saat ini masih terjadi pandemi Covid-19. Kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan peralatan yang digunakan personel PLN untuk bertugas.

Manajer PT. PLN Area Sumbawa, Irwanto Wahyu Kusumo

Ditemui seusai apel, Manajer PT. PLN Area Sumbawa, Irwanto Wahyu Kusumo mengatakan, kegiatan serupa tetap dilaksanakan setiap ada event khusus. Khusus kali ini, personelnya disiagakan untuk ramadhan dan lebaran. “Sebenarnya setiap hari kami pengecekan alat. Namun kali ini serempak semua ULP. Mulai dari Taliwang hingga Empang,” ujar Irwanto.

Apel ini bertujuan untuk memastikan semua peralatan yang akan digunakan, dalam keadaan siap. Baik itu peralatan maupun personel. Sebab, selama ramadhan, persoalan listrik sangat sensitif. Karena itu, pihaknya memastikan petugas dan peralatan siap untuk memberikan pelayanan ketika ada gangguan.

Pengecekan peralatan yang digunakan personel PLN

Irwanto memaparkan, untuk pasokan listrik se-Pulau Sumbawa sebesar 123 Megawatt. Adapun beban puncaknya mencapai 104 Megawatt. Jadi, pihaknya masih memiliki cadangan pasokan listrik. Selain itu, pemadaman terencana selama ramadhan juga sudah dihentikan.

Apabila ada gangguan dalam ramadhan, kemungkinan diakibatkan peristiwa alam. Seperti pohon tumbang atau angin ribut. Ketika pasokan listrik terhenti, pihaknya bisa langsung melakukan penanganan. Personelnya yang ditempatkan di Pulau Moyo dan Medang juga ikut disiagakan

kehilangan

Menurut Irwanto, tidak ada bedanya antara bulan lain dengan ramadhan. Sebab, pihaknya tetap bekerja selama 24 jam. Para personelnya akan tetap disiagakan. Apabila terjadi gangguan, maka personelnya akan langsung turun melakukan penanganan. “Personel di lapangan menunggu “order” untuk melakukan pekerjaan. Baik itu penanganan gangguan atau pemeliharaan,” pungkasnya. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.