APBDes Sebotok Diduga Disalahgunakan

oleh -25 Dilihat

SUMBAWA- Penggunaan APBDes Sebotok, Kecamatan Labuhan Badas 2020 lalu, kini ditelisik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa. Sebab, diduga kuat APBDes tersebut disalahgunakan.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah pihak terkait sudah dipanggil oleh Kejari Sumbawa. Guna dilakukan klarifikasi terkait kasus tersebut. Mengingat, saat ini masih dalam tahap pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan (puldata pulbaket).

Menurut informasi, anggaran sejumlah item pekerjaan diduga disalahgunakan. Adapun dana yang diduga disalahgunakan mencapai sekitar Rp 200 juta.

Adapun para pihak yang telah dipanggil, yakni, Bendahara Desa Sebotok Baharuddin, Camat Labuhan Badas, Hizbullah, Sekdes Sebotok Ahmad Fitrah Jayadi dan Ketua BPD Sebotok, Abdul Muthalib. Terbaru, Kejari Sumbawa memanggil Kepala Desa Labuhan Sumbawa, Kamiruddin, guna diklarifikasi, Rabu (7/4).

Seusai klarifikasi, Kamiruddin mengatakan bahwa dirinya diklarifikasi seputar dugaan penyalahgunaan APBDes Sebotok. “Iya benar. Tadi saya diperiksa oleh jaksa. Karena saat itu saya yang memandu dan memfasilitasi pelatihan serta bintek dan terkait siskuedesnya. Karena mereka datang ke kita,” ujar Kamiruddin.

Selain itu juga penyidik menanyakan bagaimana penggunaannya. Namun dia menjawab tidak tahu. Dia mengaku hanya mengetahui tentang pelatihan dan memfasilitasinya saja. Juga terkait penyusunan dan penganggaran perencanaan. Jika ada kesulitan pada aplikasinya, terkadang Kades Sebotok datang untuk berkonsultasi dengannya saat itu.

Namun, karena saat ini dia sudah menjadi kades, dia sudah tidak bisa lagi melakukan hal itu. Karenanya, tugas tersebut dilakukan oleh BPMPD Sumbawa.

kehilangan

“Itu sudah beralih ke orang BPMPD yang membantu. Karena saat itu saya belum menjadi kades. Dan biasanya kita juga bersama-sama untuk mengisi aplikasi. Bersamaan di kantor desa semuanya se-Kecamatan Labuhan Badas,” terangnya.

Selama klarifikasi, dia dicecar 19 pertanyaan oleh jaksa terkait hal tersebut. Adapun yang ditanyakan oleh penyidik itu lebih kepada apa tugas dan tanggungjawabnya dalam kegiatan tersebut. Saat ditanya terkait jumlah anggarannya, dia terkejut. Karena dia mengaku tidak mengetahui terkait persoalan itu. “Jika kita bilang tim, itu bukan tim. Karena semua desa biasanya bersamaan,” tukasnya.

Kasi Intel Kejari Sumbawa, Ida Made Oka Wijaya, SH yang dikonfirmasi membenarkan adanya pemanggilan itu. “Iya. Benar tadi ada pemeriksaan kades Labuhan Sumbawa. Hal tersebut terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dugaan penyalahgunaan anggaran APBDes Sebotok Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa tahun 2020 lalu,” pungkas Oka, akrabnya disapa. (bs/mei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.